Masuknya digitalisasi sebagai era baru peradaban manusia adalah keniscayaan. Manusia suka atau tidak suka harus berani menerima kenyataan bahwa digitalisasi sudah merambah ke berbagai aspek kehidupan.

Sebagai awalnya tentu saja era digitalisasi ini akan menyebabkan disrupsi pada aspek dan bidang kehidupan yang selama ini sudah mapan.

Kita lihat saja terjadinya disrupsi pada transportasi darat. Munculnya startup pada bidang ini seperti Uber, Grab dan Gojek telah menggoyahkan kekuatan lama.

Bagaimana ini bisa terjadi? ini karena kekuatan mereka dalam mengadopsi teknologi digitalisasi ke dalam operasional inti. Hasilnya sungguh dahsyat, mereka memiliki aset yang sangat besar mengalahkan industri transportasi lama tanpa harus memiliki satupun armada.

Disrupsi transportasi darat adalah salah satu contoh bagaimana digitalisasi telah merubah kebiasaan manusia, dan pemerintah beserta pelaku ekonomi atau industri ikut mempertimbangkan perubahan yang terjadi.

Pemerintah saat ini pun mawas diri, bagaimana disrupsi ini harus diimbangi dengan regulasi yang tepat sekaligus tidak kontra produktif bagi keberlangsungan hidup bernegara dan rakyatnya.

Bagaimana dengan bidang pendidikan? Jawabannya sama saja, bidang pendidikan pun merasakan disrupsi akibat digitalisasi. Kita pun sudah mulai terbiasa mendengar dengan perkuliahan online. Bahkan platform global saat ini adalah belajar bisa di manapun.

Artinya proses pembelajaran formal bukan lagi pilihan satu-satunya. Para profesor di seluruh dunia sudah menggunakan digitalisasi online sebagai metode pembelajaran baru bagi siswa atau mahasiswa.

Perkembangan ini harus benar-benar di analisa secara serius oleh seluruh civitas akademik di Indonesia. Kalau dulu para siswa belajar dan ujian dengan paper (kertas), kini pelan tapi pasti basis teknologi komputer mulai menggeser.

Saat ini pendidikan Indonesia masih disibukkan dengan sistem kurikulum. Bahkan masih banyak sekolah yang menggunakan dua kurikulum yakni kurikulum 2006 dan kurikulum 2013.

Walaupun pada akhirnya target pemerintah dalam hal ini Kemendikbud adalah semua sekolah menggunakan kurikulum 2013 versi baru. Hal menarik adalah perkembangan revitalisasi SMK yang digulirkan oleh Presiden Jokowi dimana adanya kolaborasi dari berbagai kementerian dalam merumuskan struktur kurikulum yang mapan antara kurikulum nasional dengan kurikulum industri.

Targetnya adalah tentu saja mengejar ketertinggalan dari negara-negara yang kualitas pendidikannya sudah tinggi seperti Jerman, Finlandia dan negara lainnya. Kita tunggu bagaimana negara ini dalam mengelola bidang pendidikan sebagai jembatan menuju kemajuan negara yang lebih baik lagi.

AmnoOVjI86m-93E0xboRtNVp6vM6QS8x.jpg

Kita kembali lagi soal teknologi digitalisasi, apa yang bisa mereka perbuat untuk mempengaruhi perubahan dunia pendidikan? Gambarannya sementara ini sungguh menakjubkan.

Diharapkan para guru mulai sekarang tidak lagi hanya sekedar mampu menguasai materi pelajaran tetapi juga harus mampu menguasai teknologi. 

Smart-school adalah konsep sekolah dimasa yang akan datang dan kini sudah mulai ada pemikiran dan pergerakan yang cepat agar konsep ini terealisasi. Mengenai teknologi smart-school, mobile control menjadi teknologi yang paling mendasar.

Aplikasi mobile, bisa melakukan kontrol kesetiap perangkat elektronik. Bayangkan jika para guru melakukan peragaan yang dulu melakukannya dengan cara konvensional seperti pelajaran ilmu bumi menggunakan bola globe, kini Anda bisa menggunakan ponsel anda sebagai mobile control ke perangkat elektronik lainya sebagai metode virtual dalam proses pembelajaran.

Mau tidak mau, masa depan sekolah akan mengarah ke arah konsep smart-school. Dan teknologi digitalisasi akan menjadi pintu bagi proses pembelajaran yang baru menghilangkan cara-cara konvensional.

Memang saat ini belum menjadi sebuah kebutuhan utama tetapi kita harus memiliki pemikiran visioner bagaimana bangunan pendidikan ini dijalankan.

Pertanyaannya adalah kapan kira-kira smart-school ini bisa benar-benar dijalankan di Indonesia? mengacu pada perkembangan global saat ini, telah terjadi persiapan peralihan dari metode konvensional menjadi yang lebih efisien dengan menggunakan teknologi sebagai alat pendidikan.

Contohnya di Indonesia sedang diperkuat dan dibangun ujian nasional berbasis komputer dalam skala nasional yang selama ini ujiannya berbasis paper.

Walaupun belum menjadi alasan utama teknologi ini benar-benar diterapkan di dunia pendidikan karena infrastrukturnya yang mahal, namun bagi sekolah-sekolah di Indonsia sudah harus menyiapkan perencanaan dalam investasi pengembangan akademiknya dengan basis teknologi digitalisasi.

Kalau tidak dipersiapkan secara sungguh-sungguh, maka dunia pendidikan di Indonesia akan terus tertinggal. Jika boleh meminjam kalimat Presiden Jokowi, sekarang ini sudah jamannya robotic dan fiber optik, maka kita harus cepat mengambil langkah dalam penyesuaian perkembangan jaman.

sumber : https://www.selasar.com/jurnal/39124/Smart-School-Kapan-Dimulai-di-Indonesia

© 2017 Sistem Informasi Akademik SMK Bina Prestasi. All Rights Reserved. Jl. Lambangsari Kawasan Kota Legenda Bekasi - Indonesia Telp. (021) 82605636